Selama ini tidak banyak yang memahami betapa dinginnya kesepianku itu.Kesepianku itu bagai sebuah dunia yang tak terjamah,namun ia selalu bisa menjamah,tak mampu dijangkau, namun ia bisa menjangkau.Kesepianku itu,ia bisa melebur ke luar,bersama diantara kerumunan orang-orang,meledak diantara tawa-tawa,walau niscaya bahwa diantara tawa itu hanyalah sebuah parodi.Sebuah parodi untuk mengelabui,untuk melebur,dan menjadi bagian untuk bersama dalam sebuah kelompok,yang juga tentunya penuh dengan adegan-adegan pelakonan.Ada beberapa tujuan kenapa harus berparodi,untuk bertahan hidup salah satunya.Tetapi,saat aku Sudah bosan dan kadang terlelah karena sebuah pementasan yang panjang terkadang membuat aku lelah sendiri,maka aku menarik diri,dan kembali kedalam duniaku,dunia kesepian itu.

Dunia kesepianku itu,sebuah tempat yang begitu dingin,tiada satu pun mahkluk berpenghuni selain diriku sendiri,dunia itu tidak seperti dunia dimana ragaku menetap.Dunia itu tidak ada siang dan malam,semua terasa sama,tidak ada siang dengan matahari yang terik menyinari,membakar kulit dan malam dengan kegelapan yang menghantui .Dunia itu berada diantaranya,melebur dalam zona abu-abu.Satu-satunya suara yang selalu aku dengar di dunia itu hanyalah suara yang keluar dari hati.Beda dengan dunia luar dimana suara-suara berkeluaran dari mulut,ada yang nyaring,ada yang lembut,ada yang pekak,ada yang serak,ada yang merdu.Karena banyak suara-suara itu,suara di dalam duniaku menghilang tak terdengar oleh mereka-mereka,ia hanya terdengar didalam duniaku.Satu-satunya teman yang bisa aku ajak bicara dalam dunia itu hanya sebuah suara yang terus menerus keluar dari hati,suaranya terkadang terdengar seperti dari tempat yang jauh,terkadang terdengar dari tempat yang dekat namun bergema seakan menjauh.Suaraku selalu mengeluh tahkala setiap kali aku mengajak dirinya keluar bergabung dengan mereka-mereka dalam dunia keramaian yang penuh dengan hiruk pikuk,suaraku mengeluh karena seperti terasing,tidak ada yang bisa mengenal dan memahami apa yang ia bicarakan sebaliknya juga ia tidak memahami apa yang mereka dengung-dengungkan.

Aku masih ingat,ketika aku masih kecil,waktu itu aku hanya mengenal satu dunia,yaitu dunia kesepian Itu sendiri.Itu,sebelum aku berjalan jauh dan menemukan satu dunia lain yang harus aku masuki.Duniaku saat itu,dunia kesepian yang sangat mengasyikan.Seperti sebuah taman bermain yang sangat luas,duniaku begitu luas,seluas jangkauan imajinasiku.Anehnya,walau aku waktu itu hanya mengenal satu dunia dan hidup didalamnya setiap hari,aku tidak merasakan sedikit pun rasa akan kesepian,malah sangat mengaksyikan.Waktu itu terjadi sebelum ada suara suara luar yang datang memasuki ,mengirimkan ancaman-ancaman,dan segala macam ketakutan yang membuat keasyikan itu lambat laun menghilang.Sampailah sekarang aku hidup diantaranya.Kesepianku sekarang terkadang berubah menjadi ketakutan tersendiri.Dunia itu tidaklah seperti dunia taman bermainku semasa waktu kecil lagi.sekarang kesepian itu terkadang merasa terasing.Aku malah kadang-kadang tidak mengenalnya,siapa itu,kenapa kesepianku dan masih banyak keterasingan yang meranda antara aku dan kesepian diriku itu.

Waktu berjalan membawa pergi sisi kesepianku yang masa kecil yang mendatangkan banyak keasyikan padaku dan mendatangkan kesepian dengan wajah-wajah lain yang semakin hari membuat aku semakin tidak jelas mengenalinya,kesepian yang senantiasa harus bolak-balik menjangkau dua dunia yang berbeda,setiap hari aku harus mencari nafkah lewat dunia yang satu itu,dunia yang Satu Itu bagiku seperti sebuah pasar besar dimana semua orang berkumpul,tempat bertemunya penjual dan pembeli,penjual setiap hari mendatangi pasar karena ingin menjajakan dagangannya,karena mereka demi sesuap nasi,dengan sabar menunggu dan selalu memasang muka ramah dengan seutas senyum yang selalu menggantung di bawah bibir.Pembeli datang ke pasar karena juga demi sesuatu untuk mengisi perut mereka yang lapar,diantara senang atau tidak senang,mereka semua harus berkumpul karena yang satu dan yang lain saling membutuhkan.Dunia itu pasar yang sangat besar.Aku selalu berandai-andai bersama dengan kesepianku,malah suka berangan-angan andaikan ada seseorang di luar sana yang juga sama seperti diriku,dan memahami suara-suara keheningan jiwa,Seorang pecinta dan penggila senja yang selalu mengagung-agungkan senja,lalu saling menemukan.

Dan aku disini bersama dengan kesepianku itu,menunggu kamu dan kesepianmu bertemu dalam satu titik dan meleburkan kesepian kita,biar suara hati kita yang saling bicara sementara kedua bibir kita diam dalam letupan keheningan.

Iklan